12.04.2011

Pemanfaatan Teknologi Sebagai Media Untuk Melestarikan Budaya Dan Nilai Luhur Bangsa Indonesia - 3

Pemanfaatan Teknologi Sebagai Media Untuk Melestarikan Budaya Dan Nilai Luhur Bangsa Indonesia - 3

Pada zaman yang teknologinya maju ini, seringkali kita hanya menggunakan teknologi tersebut hanya untuk berkomunikasi dengan kerabat kita baik keluarga, teman – teman, ataupun pacar kita. Juga teknologi digunakan untuk mencari uang, misalnya lewat jasa pembuatan situs web, atau apapun yang lain. Dapat dilihat bahwa fokusnya disini adalah hanya untuk memenuhi kepentingan kita sendiri.

Kita lupa bahwa kita berada di Negara yang penuh dengan kekayaan alam serta budaya yang melimpah, namun belum terjamah karena tidak adanya promosi yang gencar. Pemerintah sekarang sudah mulai mempromosikan namun seringkali promosi tersebut dilupakan karena orang sudah terlanjur kecewa dengan tindakan yang dilakukan pemerintah.

Oleh karena itu, kita sebagai generasi yang melek teknologi sudah seharusnya turut membantu dan bekerja sama untuk mulai mempromosikan yang menjadi kekayaan alam dan budaya dari Negara kita ini. Banyak cara yang dapat dilakukan seperti misalnya yang popular adalah mulut ke mulut, karena strategi promosi ini dinilai yang paling manjur karena sangat efektif dan orang langsung percaya karena sudah ada buktinya.

Juga kita bisa mempromosikan bahkan melestarikan melalui fotografi yang belakangan ini diminati sekali dari kaum orang dewasa hingga ke anak abg sekalipun. Hal tersebut sangat baik, karena sebuah gambar dikatakan dapat menggantikan 1000 kata, karena gambar dapat berbicara lebih baik dan orang dapat mengerti lebih jelas. Hasil foto tersebut dapat kita cetak dan print melalui kertas DataPrint yang sangat baik sehinnga ketika ada pameran pun kita dapat mengikuti dan orang banyak dapat melihatnya.

Masih banyak yang dapat kita lakukan, seperti membuat sebuah fan page di Facebook dan meng-add orang ke sana sehingga banyak yang join dan menjadi terkenal, ataupun juga misalnya lewat Twitter kita dapat membuat sebuah topic mengenai keanekaragaman Indonesia dan selalu memberikan info ter-update sehingga menjadi trending topic. 2 media sosial ini sangat banyak digunakan oleh orang banyak, bahkan handphone yang harganya murah pun sekarang dipromosikan bisa menggunakan kedua media sosial tersebut.

Bisa juga kita membuat sebuah blog yang berisi mengenai pengalaman kita ketika berwisata ke suatu daerah ataupun tempat yang belum pernah dikunjungi oleh siapapun, lalu kita share blog tersebut di ke 2 media sosial tersebut sehingga orang akan melihat tulisan kita dan tertarik untuk mengunjungi tempat tersebut.

Oleh karena itu kita saat ini seharusnya menjadi generasi yang merubah Indonesia menuju ke alah yang lebih baik lagi. Dengan kita mempromosikannya, kita secara tidak langsung juga melestarikannya agar generasi selanjutnya masih mengetahui kebudayaan yang dimiliki oleh Negara kita ini. Jangan sampai kebudayaan kita ini dicuri dan generasi selanjutnya sudah tidak mengenali sehingga kita tidak ada lagi keunikan yang ada. Bahkan dengan promosi yang ada, maka bisa saja menarik minat wisatawan untuk datang ke Negara kita ini dan tempat wisata yang ada akan semakin banyak sehingga kitapun sendiri yang akan merasakan manfaatnya.

4 Desember 2011
Yandi Wijaya
Universitas Bina Nusantara

[+/-] Click Here To Read More...

12.01.2011

Menurut Kamu Apa Fokus Utama Yang Harus Diperbaiki Di Dunia Pendidikan Saat Ini

Menurut Kamu Apa Fokus Utama Yang Harus Diperbaiki Di Dunia Pendidikan Saat Ini

Kondisi pendidikan Indonesia saat ini sudah sangat memprihatinkan, banyak faktor yang menjadi pemicunya. Salah satunya adalah mengenai dana dari pemerintah yang tidak sampai ke sasaran yang dituju karena sering disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Bayangkan, bahwa dari APBN persentase untuk sektor pendidikan adalah 20%, itu sudah merupakan hal yang sangat besar jumlahnya dimana negara ini telah menujukkan kepedulian pada pendidikan karena pembentukan jatidiri bangsa atau pribadi yang bermoral. Namun biaya yang besar tersebut tidak diimbangi dengan transparannya biaya yang ada, sehingga kita tidak tahu bagaimana alokasi biaya pendidikan tersebut.

Fokus utama saat ini yang perlu diperbaiki di dunia pendidikan saat ini adalah kembalinya pendidikan tentang Pancasila dan mengenai jatidiri bangsa. Karena sudah banyak contoh yang didapati bahwa pada zaman sekarang, banyak anak yang dijumpai tidak tahu lagu-lagu Indonesia yang sangat indah untuk dinyanyikan. Bahkan yang lebih parahnya bahwa ada beberapa anak tidak tahu lagu kebangsaan Indonesia Raya, sungguh miris hati apabila mendengar kenyataan tersebut. Apalagi bahwa telah kita ketahui bahwa Indonesia Raya merupakan lagu yang sangat megah dan menempati urutan ke-2 lagu kebangsaan terbaik. Padahal lagu kebangasaan ini sangat benar-benar membangkitkan rasa nasionalis kita sebagai bangsa Indonesia.

Juga yang harus menjadi perhatian utama kita adalah standar kurikulum yang terdapat pada sekolah-sekolah yang ada di Indonesia ini dimana perbedaan kurikulum yang ada. Ada sekolah yang mengikuti kurikulum dari negara, namun ada juga sekolah yang memakai kurikulum internasional sehingga terdapat perbedaan yang jauh. Pemerintah khusunya Mendiknas diharapkan dapat bersikap lebih tegas dimana kurikulum yang dibangun harusnya dipakai oleh semua sekolah yang ada. Namun kita juga melihat bahwa sampai sekarang, kurikulum yang ada selalu berubah terus menerus. Bagaimana kita dapat menetapkan sebuah standar yang baik apabila kurikulum saja terus diganti tiap tahunnya? Dan juga mengenai sistem kelulusan, bagaimana mungkin hasil belajar selama 3 tahun hanya dinilai selama 4-5 hari saja? Hal tersebut juga menjadi perhatian saat sekarang dan juga sudah mulai banyak Perguruan Tinggi yang tidak memakai hasil Ujian Nasional sebagai standar untuk menerima mahasiswa baru. Juga sejak adanya sistem remedial dimana murid dapat mengulang kembali nilai ulangan yang tidak memenuhi standar membuat para murid terkesan menggampangkan ulangan yang ada, tanpa mereka sadari sebenarnya hanya menguras waktu mereka dan guru-nya saja. Semakin banyaknya godaan di zaman ini membuat semangat murid juga makin menurun.

Sebenarnya hal ini juga dipengaruhi oleh bagaimana kualitas guru yang mengajar para murid tersebut. Penghasilan menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan karena hal tersebut yang menjadi perbedaan antara guru di sekolah negeri / swasta unggulan dengan yang biasa.Saat ini bahwa kita lihat, bahwa kesejahteraan guru sangat memprihatinkan, bagaimana mereka dapat menjadi pendidik bukan sekedar pengajar yang baik bagi para murid, apabila sehari-harinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sangat susah. Bagaimana mereka dapat menambah pengetahuannya dan memberikannya pada murid apabila untuk menambah wawasan pengetahuan saja sangat susah. Pendidikan juga harusnya menjadi tanggung jawab orang tua masing-masing.

Semoga pendidikan kita dapat menjadi lebih baik lagi akhirnya pendidikan dapat merata bagi semua kalangan baik yang kaya maupun miskin dan bangsa kita menjadi lebih baik lagi.

2 Juni 2011
Yandi Wijaya
Universitas Bina Nusantara

[+/-] Click Here To Read More...

Pemanfaatan Teknologi Sebagai Media Untuk Melestarikan Budaya Dan Nilai Luhur Bangsa Indonesia - 2

Pemanfaatan Teknologi Sebagai Media Untuk Melestarikan Budaya Dan Nilai Luhur Bangsa Indonesia - 2

Facebook, twitter, google sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sendiri pada zaman ini. Hal tersebut merupakan akibat dari perkembangan teknologi yang begitu pesat. Teknologi telah merubah gaya hidup kita pada sekarang ini, dapat kita lihat bahwa dari anak kecil hingga orang tua sudah mempunyai alat komunikasi sendiri – sendiri. Blackberry, Iphone, Android membawa perubahan yang begitu besar dimana memudahkan orang untuk berkomunikasi serta bermain dimanapun.

Namun seringkali kita lupa bahwa teknologi juga dapat digunakan untuk melestarikan budaya yang ada, jarang kita melihat dari sisi yang ini. Sudah banyak anak bangsa yang berupaya untuk mengembangkan baik program atau konten yang diharapkan dapat mengenalkan kebudayaan bangsa kita ini yang begitu kaya-nya namun jarang diminati oleh orang banyak. Namun sekarang pemerintah sudah lebih menaruh perhatian dimana adanya menteri pariwisata dan kebudayaan yang diharapkan dapat mengenalkan Indonesia di mata dunia.

Batik sudah menjadi bagian dari kehidupan dari masyarakat Indonesia pada masa sekarang dimana ada hari tertentu para karyawan diwajibkan untuk memakai batik untuk menghargai seni karya budaya Indonesia. Seharusnya teknologi yang ada dapat digunakan untuk mengenalkan bagaiman cara pembuatan batik yang ada, karena banyak variasi batik tersebar di Indonesia ini.

Kita sebagai pengguna teknologi harusnya juga dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk melestarikan budaya. Namun seringkali kita bingung untuk dapat melakukannya karena keterbatasan dana serta waktu yang ada. Oleh karena itu penulis memberikan contoh – contoh bagaimana cara pemanfaatan teknologi tersebut :
1. Media sosial seperti facebook, twitter
Media sosial ini sangat digemari oleh banyak orang, harusnya kita bisa menggunakannya untuk mempromosikan kekayaan budaya kita, seperti contoh dengan membuat fan page atau profile kebudayaan yang ada.

2. Media online seperti blogger, wordpress
Media online ini menjadi sangat penting karena menjadi tempat dimana kita dapat menuliskan berbagai ide yang ada dan dapat dibaca oleh orang lain sehingga dapat memperkaya wawasan yang ada. Melalui media online ini misalnya kita dapat membuat sebuah kisah perjalanan ke suku / rumah adat / tempat yang memiki keunikan dan belum pernah diketahui sehingga orang menjadi tertarik untuk mempromosikannya.

3. Program hasil kreativitas anak bangsa
Melalui program, pengguna dapat dikenalkan pada kebudayaan bangsa kita yang beragam, seperti contoh pada harian Kompas pernah dibahas mengenai program pembuatan motif batik yang dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java.

4. Film, Video Dokumenter
Sekarang ini sudah mulai banyak diputar di bioskop atau di festival film mengenai film / video dokumenter kebudayaan Indonesia, tentunya hal ini sangat membantu kita dalam mengenal kebudayaan tersebut.

5. Fotografi
Foto yang berkualitas tinggi serta tepat menjadi gaya hidup para remaja hingga para professional yang ada, seharusnya mereka dapat memanfaatkan tersebut untuk mengabadikan kebudayaan Indonesia dalam sebuah foto.

24 November 2011
Yandi Wijaya
Universitas Bina Nusantara

[+/-] Click Here To Read More...

Pemanfaatan Teknologi Sebagai Media Untuk Melestarikan Budaya Dan Nilai Luhur Bangsa Indonesia - 1

Pemanfaatan Teknologi Sebagai Media Untuk Melestarikan Budaya Dan Nilai Luhur Bangsa Indonesia - 1

Dalam era globalisasi ini, teknologi menjadi sesuatu yang susah untuk dilepaskan dari kehidupan kita sehari – hari. Dengan perkembangannya yang begitu pesat, teknologi diharapkan dapat membantu manusia untuk memudahkan pekerjaan, contoh-nya dalam bidang telekomunikasi seperti penggunaan telepon genggam yang sudah menjadi gaya hidup manusia zaman sekarang. Dari orang tua hingga anak – anak rata – rata sudah memiliki telepon genggam. Variasinya pun beragam dari merek yang terkenal dan mahal hingga merek yang standard dan murah. Produk Blackberry dari Research In Motion (RIM) pun sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia pada umum-nya. Produk ini sangat tepat karena fiturnya yang terkenal yaitu Blackberry Messenger (BBM) sangat cocok dengan pola perilaku kita yang sangat ingin berbicara dengan orang lain dan selalu mobile. Banyak juga produk lain yang terkenal seperti contoh Iphone dari Apple yang juga sangat digerima oleh orang banyak, sama hal-nya dengan Android yang belakangan ini terkenal.

Contoh lainnya adalah penggunaan internet seperti situs facebook, twitter, google, menjadi penting pada kehidupan sekarang karena mudahnya mendapatkan informasi yang kita inginkan serta terhubung ke orang terdekat. Banyak perusahaan ataupun usaha apapun mulai banyak memasarkan produknya di internet. Masih banyak contoh lain bagaimana teknologi tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan kita.

Namun pertanyaannya sekarang adalah bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk melestarikan budaya dan nilai luhur bangsa kita setelah banyak permasalahan dimana yang seharusnya menjadi milik kita ternyata diklaim oleh negara tetangga kita sendiri. Seperti contoh batik yang akhirnya dinyatakan oleh UNESCO sebagai milik kita setelah perjuangan yang begitu gigih dan akhirnya 2 Oktober diperangi sebagai hari batik sedunia.

Seharusnya kita dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk melestarikan budaya dan nilai lhur bangsa kita. Di sini penulis memberikan contoh – contoh bagaimana cara pemanfaatan teknologi tersebut :
1. Media sosial seperti facebook, twitter
Media sosial ini sangat digemari oleh banyak orang, harusnya kita bisa menggunakannya untuk mempromosikan kekayaan budaya kita, seperti contoh dengan membuat fan page atau profile kebudayaan yang ada.

2. Media online seperti blogger, wordpress
Media online ini menjadi sangat penting karena menjadi tempat dimana kita dapat menuliskan berbagai ide yang ada dan dapat dibaca oleh orang lain sehingga dapat memperkaya wawasan yang ada. Melalui media online ini misalnya kita dapat membuat sebuah kisah perjalanan ke suku / rumah adat / tempat yang memiki keunikan dan belum pernah diketahui sehingga orang menjadi tertarik untuk mempromosikannya.

3. Program hasil kreativitas anak bangsa
Melalui program, pengguna dapat dikenalkan pada kebudayaan bangsa kita yang beragam, seperti contoh pada harian Kompas pernah dibahas mengenai program pembuatan motif batik yang dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java.

4. Film, Video Dokumenter
Sekarang ini sudah mulai banyak diputar di bioskop atau di festival film mengenai film / video dokumenter kebudayaan Indonesia, tentunya hal ini sangat membantu kita dalam mengenal kebudayaan tersebut.

5. Fotografi
Foto yang berkualitas tinggi serta tepat menjadi gaya hidup para remaja hingga para professional yang ada, seharusnya mereka dapat memanfaatkan tersebut untuk mengabadikan kebudayaan Indonesia dalam sebuah foto.

24 November 2011
Yandi Wijaya
Universitas Bina Nusantara

[+/-] Click Here To Read More...

5.16.2009

10 Resep Sukses Bangsa Jepang


Semoga dapat dijadikan pembelajaran dan kontemplasi yang positif.
1. KERJA KERAS
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika(1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil
dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepatadalah sesuatu yang boleh dikatakan "agak memalukan" di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk "yang tidak dibutuhkan" oleh perusahaan.

2. MALU
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena "mengundurkan diri" bagi para pejabat(menteri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagalmenjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelekatau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senangmemilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur ditengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun normayang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. HIDUP HEMAT
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap antikonsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempatterheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarketpada sekitar jam 19:30.Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwasupermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelumtutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. LOYALITAS
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertatadengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindahpekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampaipensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (corebusiness) perusahaan.

5. INOVASI
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalammeracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony,patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasilmengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah AkioMorita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatatlebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan rodaempat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika.Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. PANTANG MENYERAH
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting danpantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang,bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepangmenyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besidan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia.

Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita. Rentetan bencanaterjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidakhabis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif danbahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masihmampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadikerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk CasseteTapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).

7. BUDAYA BACA
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran.Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyakpenerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA.Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahanbuku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. KERJASAMA KELOMPOK
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik.Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya jugaseperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa "1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok" . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan "rin-gi" adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam"rin-gi".

9. MANDIRI
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento(bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, danbertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temenseangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupansehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka "meminjam" uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. JAGA TRADISI
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada danhidup sampai saat ini.Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malahyang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata "tidak" untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena "hai" belum tentu "ya" bagi orang Jepang.
Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah,tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yangdijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentiflain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salahsatu yang tertinggi di dunia.Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor "non-teknis" yang membuatIndonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untukberbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.

Sumber : www.kaskus.us

[+/-] Click Here To Read More...

4.29.2009

"Batu" Dalam Kehidupan


Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.

"Buk....!" Aah..., ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.

"Cittt...." ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa.

Di tariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir. "Apa yang telah kau lakukan!? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!" Lihat goresan itu", teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. "Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos di bengkel untuk memperbaikinya." Ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.

Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf. "Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa." Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun.

"Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti...." Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. "Itu disana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan.." Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.
"Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya."

Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah.

Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, di angkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya. Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja.

"Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak."
Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.
Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Dtelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores itu oleh lemparan batu tersebut, sambil merenungkan kejadian yang baru saja dilewatinya.

Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya. Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini.

Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: "Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.”

Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan.

Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?
Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya.

Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas. Teman, kadang memang, ada yang akan "melemparkan batu" buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak.
Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.

Tuhan Itu Nomor Satu

Dalam aritmatika kita belajar bahwa nol itu sangat penting dalam hubungannya dengan angka desimal. Semakin banyak nol yang memisahkannya dari angka satu, nilai angka satu itu akan semakin berkurang, bila nol-nol itu diletakan di depan angka satu. (.000.000,1).

Tapi letakkanlah angka satu di depan lalu tambahkanlah nol-nol itu dan tutuplah dengan titik, maka kebalikannya akan benar. (1.000.000.).

Selama Tuhan kita letakkan di depan suatu tindakan, di depan segala hal yang kita lakukan , maka semakin banyak kita bertindak dan melakukan nilai tindakan dan karya kita akan semakin bertambah. Bila Tuhan semakin jauh dari pikiran kita dan dalam tindakan kita maka nilai tindakan itu semakin kecil.

[+/-] Click Here To Read More...

Benih


Suatu ketika, ada sebuah pohon yang rindang. Dibawahnya, tampak dua
orang yang sedang beristirahat. Rupanya, ada seorang pedagang bersama
anaknya yang berteduh disana. Tampaknya mereka kelelahan sehabis
berdagang di kota. Dengan menggelar sehelai tikar, duduklah mereka
dibawah pohon yang besar itu.

Angin semilir membuat sang pedagang mengantuk. Namun, tidak demikian
dengan anaknya yang masih belia. "Ayah, aku ingin bertanya..." terdengar
suara yang mengusik ambang sadar si pedagang. "Kapan aku besar, Ayah?
Kapan aku bisa kuat seperti Ayah, dan bisa membawa dagangan kita ke
kota?

"Sepertinya, lanjut sang bocah, "aku tak akan bisa besar. Tubuhku
ramping seperti Ibu, berbeda dengan Ayah yang tegap dan berbadan besar.
Kupikir, aku tak akan sanggup memikul dagangan kita jika aku tetap
seperti ini." Jari tangannya tampak mengores-gores sesuatu di atas
tanah. Lalu, ia kembali melanjutkan, "bilakah aku bisa punya tubuh besar
sepertimu, Ayah?

Sang Ayah yang awalnya mengantuk, kini tampak siaga. Diambilnya sebuah
benih, di atas tanah yang sebelumnya di kais-kais oleh anaknya.
Diangkatnya benih itu dengan ujung jari telunjuk. Benda itu terlihat
seperti kacang yang kecil, dengan ukuran yang tak sebanding dengan
tangan pedagang yang besar-besar. Kemudian, ia pun mulai berbicara.

"Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang kecil. Pandanglah pohon
besar tempat kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini,
dulu berasal dari benih yang sekecil ini. Dahan, ranting dan daunnya,
juga berasal dari benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak
menonjol, juga dari benih ini. Dan kalau kamu menggali tanah ini,
ketahuilah, sulur-sulur akarnya yang menerobos tanah, juga berasal dari
tempat yang sama.

Diperhatikannya wajah sang anak yang tampak tertegun. "Ketahuilah Nak,
benih ini menyimpan segalanya. Benih ini menyimpan batang yang kokoh,
dahan yang rindang, daun yang lebar, juga akar-akar yang kuat. Dan untuk
menjadi sebesar pohon ini, ia hanya membutuhkan angin, air, dan cahaya
matahari yang cukup. Namun jangan lupakan waktu yang membuatnya terus
bertumbuh. Pada mereka semualah benih ini berterima kasih, karena telah
melatihnya menjadi mahluk yang sabar.

"Suatu saat nanti, kamu akan besar Nak. Jangan pernah takut untuk
berharap menjadi besar, karena bisa jadi, itu hanya butuh ketekunan dan
kesabaran."

Terlihat senyuman di wajah mereka. Lalu keduanya merebahkan diri,
meluruskan pandangan ke langit lepas, membayangkan berjuta harapan dan
impian dalam benak. Tak lama berselang, keduanya pun terlelap dalam
tidur, melepaskan lelah mereka setelah seharian bekerja.

***

Pedagang itu benar. Jangan pernah merasa malu dengan segala
keterbatasan. Jangan merasa sedih dengan ketidaksempurnaan. Karena
Allah, menciptakan kita penuh dengan keistimewaan. Dan karena Allah,
memang menyiapkan kita menjadi mahluk dengan berbagai kelebihan.

Mungkin suatu ketika, kita pernah merasa kecil, tak mampu, tak berdaya
dengan segala persoalan hidup. Kita mungkin sering bertanya-tanya, kapan
kita menjadi besar, dan mampu menggapai semua impian, harapan dan
keinginan yang ada dalam dada. Kita juga bisa jadi sering membayangkan,
bilakah saatnya berhasil? Kapankah saat itu akan datang?

Teman, kita adalah layaknya benih kecil itu. Benih yang menyimpan semua
kekuatan dari batang yang kokoh, dahan yang kuat, serta daun-daun yang
lebar. Dalam benih itu pula akar-akar yang keras dan menghujam itu
berasal. Namun, akankah Allah membiarkan benih itu tumbuh besar, tanpa
alpa dengan bantuan tiupan angin, derasnya air hujan, dan teriknya sinar
matahari?

Begitupun kita, akankah Allah membiarkan kita besar, berhasil, dan
sukses, tanpa pernah merasakan ujian dan cobaan? Akankah Allah lupa
mengingatkan kita dengan hembusan angin "masalah", derasnya air "ujian"
serta teriknya matahari "persoalan"? Tidak Teman. Karena Allah Maha
Tahu, bahwa setiap hamba-Nya akan menemukan jalan keberhasilan, maka
Allah akan tak pernah lupa dengan itu semua.

Jangan pernah berkecil hati. Semua keberhasilan dan kesuksesan itu telah
ada dalam dirimu.

[+/-] Click Here To Read More...